Rusia khawatirkan dampak situasi Iran terhadap nonproliferasi Nuklir
Rusia menyuarakan kekhawatirannya mengenai potensi dampak situasi seputar Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Menurut kantor berita RIA Novosti, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada Selasa (3/2) menuturkan bahwa berbagai perkembangan sejak tahun lalu telah menimbulkan keprihatinan, tidak hanya terkait pelanggaran prinsip-prinsip dasar hukum internasional, tetapi juga ancaman terhadap nonproliferasi nuklir global.
Israel melancarkan serangan kilat terhadap situs militer dan nuklir Iran pada 13 Juni lalu dan memicu konflik yang dijuluki "perang 12 hari". Ryabkov mengungkit konflik tersebut, di mana fasilitas-fasilitas terkait nuklir, yang sebagian besar berada di bawah perlindungan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), menjadi target serangan.
"Mengingat sebagian besar target yang diserang saat itu berada di bawah perlindungan IAEA, mengapa semua hal ini diciptakan jika perlindungan tidak menjamin hal apa pun?" tutur Ryabkov.
Menatap konferensi peninjauan NPT berikutnya yang dijadwalkan akan digelar pada April mendatang, Ryabkov menguraikan dirinya khawatir terkait suasana di forum tersebut dan potensi dampak dari berbagai peristiwa terbaru terhadap nonproliferasi. Dia memperingatkan bahwa NPT, yang telah berperan sebagai pilar utama stabilitas strategis global selama lebih dari setengah abad, kini berpotensi menghadapi tekanan yang sangat besar.
0 Response to "Rusia khawatirkan dampak situasi Iran terhadap nonproliferasi Nuklir"
Post a Comment