Pasang Iklan Gratis

Iran tolak keinginan AS untuk ikut kontrol Selat Hormuz

 Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, mengatakan, Amerika Serikat (AS) berkeinginan untuk ikut berperan dalam mengatur pelayaran di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan langsung oleh delegasi AS ketika berunding dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu. Namun Iran menolak tegas permintaan tersebut.

Iran meminta pengenaan biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Ali, AS juga berkeinginan dan menjadi mitra dalam pengaturan tersebut.

"Washington bahkan sampai mengatakan: Mari kita tetapkan kerangka hukum untuk Selat Hormuz yang juga mencakup Amerika," kata Ali saat berbicara di stasiun televisi milik Pemerintah Iran, Senin (13/4/2026), dikutip Anadolu Agency.

Selain pengaturan Hormuz, Ali menerangkan, dalam perundingan di Islamabad juga dibahas soal program nuklir Iran. Menurut Ali, Iran menyatakan siap mengurangi 430 kilogram uranium yang diperkaya sebagai jaminan terkait program nuklirnya dan untuk menunjukkan niat baik.

Dalam perundingan dikemukakan pula rencana pembentukan koalisi untuk pengurangan uranium yang diperkaya dengan melibatkan AS dan Arab Saudi. Namun, kata Ali, Washington menarik diri dari proposal tersebut.

Negosiasi antara Iran dan AS di Pakistan diketahui berakhir tanpa kesepakatan. Media-media Iran menggambarkan kegagalan perundingan tersebut akibat permintaan atau tuntutan AS yang berlebihan.

"Mereka (AS) belajar selama perang 40 hari bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh pidato di media sosial, tetapi oleh kehendak rakyat dan keunggulan di lapangan," ujar Ali.

Setelah negosiasi tak membuahkan hasil, alih-alih mengupayakan kembali jalur diplomatik, Donald Trump justru mengancam untuk memblokade Selat Hormuz. Dia mengatakan, blokade tersebut bakal diberlakukan pada Senin pukul 14:00 waktu setempat dan hanya diterapkan ke kapal-kapal yang bertolak dari serta menuju pelabuhan Iran.

“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini,” kata Trump lewat unggahan di akun Truth Social miliknya 


Meski mengeklaim negara-negara lain akan mengikuti langkah AS memblokade Selat Hormuz, beberapa sekutu NATO, seperti Inggris dan Prancis, telah menolak menyokong keputusan Trump. “Kami tidak mendukung blokade tersebut,” kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kepada BBC.

“Keputusan saya sangat jelas bahwa apa pun tekanannya, dan ada beberapa tekanan yang cukup besar, kami tidak akan terseret ke dalam perang,” tambah Starmer.

Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Prancis akan menyelenggarakan konferensi dengan Inggris serta negara-negara lain untuk membentuk misi multinasional guna memulihkan navigasi di Selat Hormuz. “Misi yang sepenuhnya defensif ini, yang berbeda dari pihak-pihak yang bertikai, akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan,” kata Macron pada Senin. 

0 Response to "Iran tolak keinginan AS untuk ikut kontrol Selat Hormuz"

Post a Comment