KNVB mengubah nama 'sepak bola G' setelah lebih dari empat puluh tahun: 'Lebih sesuai dengan sepak bola masa kini'
KNVB pada Kamis mengumumkan bahwa istilah 'G-voetbal' akan dihapus setelah digunakan selama lebih dari empat puluh tahun. 'G-voetbal', istilah untuk pesepakbola dengan keterbatasan fisik dan/atau intelektual, mulai musim ini akan bernama 'Voetbal+'.
Pada 1984, SKV Wageningen, ESA, Germania, dan DCS Zevenaar memulai kompetisi G-voetbal pertama. KNVB kemudian mengambil alih hal ini dan pada tahun yang sama menjadi federasi sepakbola pertama di dunia yang memiliki kompetisi terstruktur untuk pesepakbola dengan keterbatasan intelektual.
"Ketika kategori baru ini harus diberi nama, di dalam sepakbola saat itu sudah ada kategori A sampai F. Huruf berikutnya yang tersedia adalah G. Dari situlah nama G-voetbal muncul," tulis KNVB dalam siaran pers.
Pada 2005, KNVB memulai kompetisi junior G. "Sejak saat itu, sepakbola telah banyak berubah. Apa yang awalnya merupakan kompetisi untuk kelompok sasaran tertentu, kini telah berkembang menjadi bentuk sepakbola yang luas bagi pemain yang karena berbagai alasan membutuhkan lingkungan sepakbola yang sesuai. Kini, lebih dari 5.000 pesepakbola menemukan tempat mereka di sana."
Tentang istilah 'Voetbal+', KNVB menulis: "Nama baru ini lebih sesuai dengan kelompok pesepakbola yang luas dan beragam yang aktif dalam bentuk sepakbola ini. Voetbal+ dimulai dari apa yang dimiliki bersama oleh semua pemain: sepakbola. Tanda plus itu mewakili hal-hal tambahan yang terkadang dibutuhkan agar bisa ikut serta, seperti pendampingan, perhatian, atau penyesuaian dalam lingkungan sepakbola."
Jan Dirk van der Zee, direktur eksekutif sepakbola amatir KNVB, bangga dengan arti penting 'G-voetbal' bagi masyarakat dalam beberapa dekade terakhir. "Selama empat puluh tahun terakhir, klub-klub telah memastikan semakin banyak orang mendapat kesempatan untuk bermain sepakbola."
"Pada saat yang sama, kelompok pemain juga menjadi jauh lebih luas dan lebih beragam. Maka Anda juga harus melihat apakah nama yang pernah kami pilih masih cocok dengan sepakbola saat ini. Dengan Voetbal+, kami merasa memiliki sebutan yang jauh lebih tepat."
"Pada akhirnya, mereka semua adalah pesepakbola," lanjut Van der Zee. "Itulah esensinya bagi saya. Yang satu mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak pendampingan, bagi yang lain penyesuaian dalam bentuk permainan membantu, dan yang lain lagi terutama membutuhkan lingkungan yang membuatnya merasa nyaman."
"Itulah yang diwakili tanda plus tersebut. Bukan untuk apa yang tidak bisa dilakukan seseorang, melainkan untuk apa yang bisa kami upayakan bersama agar seseorang tetap bisa bermain sepakbola," tutup Van der Zee.
Di dalam Voetbal+, antara lain bermain pesepakbola dengan keterbatasan intelektual atau motorik serta pesepakbola dengan autisme, tegas KNVB. "Namun, pemain dengan misalnya ADHD, kondisi kronis, gangguan penglihatan, atau kebutuhan dukungan lainnya juga menemukan tempat mereka di sana."
"Justru perkembangan itulah yang membuat nama G-voetbal semakin kurang sesuai dengan kenyataan. Jika pada awalnya kelompok sasaran lebih jelas dibatasi, hari ini ada jauh lebih banyak keberagaman antarpemain dan dalam hal yang mereka butuhkan agar bisa bermain sepakbola."
"Karena itu, pilihan pada Voetbal+ sejalan dengan ambisi KNVB yang lebih luas untuk membuat penawaran sepakbola seaksesibel mungkin. Setiap pemain harus memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari sebuah klub dengan cara yang sesuai," demikian KNVB.


0 Response to "KNVB mengubah nama 'sepak bola G' setelah lebih dari empat puluh tahun: 'Lebih sesuai dengan sepak bola masa kini'"
Post a Comment