Pasang Iklan Gratis

PDIP bantah mobil Fortuner yang ditumpangi Tiyo Ardianto milik besan Andika Perkasa: Cocoklogi

 Politikus PDIP, Guntur Romli buka suara soal pernyataan dari aliansi mahasiswa bernama BEM Fakultas Bersatu yang menyebut mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto milik dari besan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Siti Nuraeni.

Siti juga merupakan adik dari eks Inspektur Jenderal TNI, Letjen (Purn) Setyo Sularso. Lalu, Andika kini merupakan kader dari PDIP dan telah gabung sejak Mei 2024 lalu.

Sementara pernyataan di atas disampaikan oleh perwakilan BEM Fakultas Bersatu sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun (UICC), Rahmat Djimbula dalam konferensi pers di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).

Guntur pun membantah tuduhan dari Rahmat tersebut. Dia menegaskan bahwa mobil Fortuner yang ditumpangi Tiyo itu adalah pinjaman dari seseorang.

Dia menyebut bahwa mobil itu milik dari adik yang besannya dulu seorang tim sukses (timses) ketika pilpres.

Namun, Guntur menegaskan orang yang dimaksud bukanlah Siti Nuraeni. Ia mengatakan Siti bukanlah timses Ganjar Pranowo-Mahfud MD saat Pilpres 2024. 

Hanya saja, ia tidak menyebut nama pemilik dari mobil tersebut.

"Mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di Pilpres. Padahal Pilpres sudah selesai. Adik kakak juga belum tentu pilihan politiknya sama. Besanan juga belum tentu sama politiknya," katanya kepada Tribunnews.com, Selasa malam.

Sebagai informasi, mobil Fortuner tersebut sempat dipakai Tiyo ketika dirinya mengikuti aksi demonstrasi di Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (13/6/2026).

Kendaraan itu menjadi sorotan karena Tiyo sempat menemukan sebuah alat pelacak yang terpasang di bawah mobilnya.

Di sisi lain, Guntur menganggap apa yang disampaikan pihak dari BEM Fakultas Bersatu hanyalah cocoklogi semata.

"Itu cuma dipaksakan dengan cocoklogi saja," katanya.

Guntur pun mempertanyakan alasan BEM Fakultas itu mengaitkan PDIP dengan Tiyo, Setyo, dan Siti.

Padahal, Setyo dan Siti juga bukan berstatus sebagai kader PDIP.

"Pak Setyo, Bu Siti juga bukan orang PDI Perjuangan. Kenapa dikaitkan ya?" katanya.

Lalu ketika ditanya terkait pernyataan Rahmat lainnya yang menyebut politikus PDIP, Andi Wijajanto bersama Tiyo saat aksi demonstrasi di Yogyakarta, Guntur mengaku tidak mengetahuinya.

Dia mengungkapkan jika hal tersebut benar, maka dirinya meyakini apa yang dilakukan Andi atas nama pribadi dan tidak membawa nama partai.

Pasalnya, kata Guntur, ketika ada kader mengikuti suatu kegiatan dan mengatasnamakan sebagai kader PDIP, maka akan diberi surat penugasan.

"Kalau benar mas AW (Andi Wijajanto) datang (ke aksi di Gejayan), itu atas nama pribadi. Kalau (atas nama) partai, pasti ada surat penugasan," jelasnya.

Lebih lanjut, Guntur pun membantah PDIP terkait dengan aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi beberapa waktu ke belakang.

Ia menyatakan tuduhan yang dialamatkan kepada PDIP adalah merendahkan gerakan mahasiswa.

"PDI Perjuangan tidak terkait dengan aksi-aksi mahasiswa. Jangan merendahkan gerakan independen mahasiswa dengan memberikan tuduhan yang ditunggangi oleh partai dengan bukti yang sumir dan tidak masuk akal. Itu hanya cocoklogi," ujarnya.

"Kritik terhadap MBG itu datang dari hampir semua lapisan masyarakat. Yang sekarang terbukti dengan ditangkapnya tiga eks pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) atas tuduhan korupsi. Apa BEM Bersatu itu mau bela koruptor?" pungkas Guntur.

0 Response to "PDIP bantah mobil Fortuner yang ditumpangi Tiyo Ardianto milik besan Andika Perkasa: Cocoklogi"

Post a Comment